Cara orang mencari informasi di internet terus berubah. Selama bertahun-tahun, Google Search menjadi salah satu channel utama bagi brand untuk menjangkau calon pelanggan melalui keyword, search intent, dan berbagai format Google Ads.
Kini, Artificial Intelligence (AI) mulai mengubah pola tersebut. Pengguna semakin terbiasa bertanya kepada chatbot seperti ChatGPT untuk mencari informasi, membandingkan pilihan, hingga menentukan keputusan pembelian.
Perubahan ini membuka peluang baru dalam digital marketing melalui ChatGPT Ads, yaitu ekosistem iklan yang dikembangkan OpenAI untuk membantu brand menjangkau pengguna di dalam pengalaman percakapan berbasis AI. OpenAI sendiri mulai memperluas cara advertiser membeli, mengelola, dan mengukur campaign ChatGPT Ads, termasuk melalui CPC bidding dan conversion measurement.
Apa Itu ChatGPT Ads?
Secara sederhana, ChatGPT Ads adalah iklan yang ditampilkan kepada pengguna ketika terdapat kecocokan antara kebutuhan atau konteks percakapan dengan produk atau layanan yang ditawarkan advertiser.
Perbedaannya dengan iklan berbasis keyword adalah ChatGPT dapat mempertimbangkan konteks dan intent percakapan. Sistem juga mempertimbangkan elemen seperti landing page, headline, copy iklan, serta context hints yang diberikan advertiser. Context hints membantu pencocokan iklan, tetapi bukan keyword exact-match seperti pada search advertising.
Contohnya, seseorang tidak hanya mencari “internet rumah Medan”, tetapi bertanya:
“Saya bekerja dari rumah, ada empat orang di keluarga dan sering streaming. Internet rumah seperti apa yang cocok?”
Percakapan tersebut memberikan konteks yang jauh lebih luas mengenai kebutuhan pengguna.
Di Mana Iklan ChatGPT Ditampilkan?
Salah satu hal yang membedakan ChatGPT Ads adalah posisi iklannya.
OpenAI menjelaskan bahwa iklan dapat muncul di bawah respons ChatGPT yang relevan dan diberi label sebagai konten bersponsor. Iklan juga dipisahkan secara visual sehingga tidak menjadi bagian dari jawaban yang diberikan ChatGPT.
Satu unit iklan dapat mencakup nama advertiser, favicon atau logo, headline, deskripsi, landing page, dan aset gambar.
Dengan demikian, iklan lebih menyerupai sebuah advertising card yang muncul setelah respons AI, bukan jawaban yang “disisipkan” ke dalam respons ChatGPT.
Google Ads vs ChatGPT Ads
Google Ads dan ChatGPT Ads sama-sama dapat digunakan untuk menjangkau calon pelanggan, tetapi memiliki pendekatan yang berbeda.
Google Ads sangat kuat dalam menangkap pengguna yang secara aktif mencari sesuatu, sedangkan ChatGPT Ads memiliki peluang menjangkau pengguna ketika mereka sedang berdiskusi, mengeksplorasi, membandingkan, dan mempertimbangkan pilihan.

Perbedaan tersebut bukan berarti ChatGPT Ads akan langsung menggantikan Google Ads. Justru, keduanya dapat saling melengkapi dalam customer journey.
Google dapat menangkap demand yang sudah terbentuk melalui pencarian, sedangkan AI memiliki peluang lebih besar hadir ketika pengguna sedang mencari pemahaman atau rekomendasi sebelum mengambil keputusan.
Fitur ChatGPT Ads yang Mulai Menarik Perhatian Advertiser
Perkembangan ChatGPT Ads juga menunjukkan bahwa OpenAI mulai membangun kemampuan yang semakin dekat dengan kebutuhan performance marketing.
Saat ini, Ads Manager mendukung objective berbasis CPM, CPC, dan oCPC (conversion-optimized cost-per-click). Untuk oCPC, sistem mengoptimalkan delivery menuju klik yang memiliki kemungkinan lebih besar menghasilkan conversion yang telah ditentukan, seperti lead, pendaftaran, atau pembelian. Advertiser tetap membayar berdasarkan klik, bukan per conversion.
Pengelolaan budget juga mulai dibuat lebih fleksibel. Advertiser dapat menggunakan daily budget maupun campaign-total budget, sementara pengeluaran harian dapat berfluktuasi berdasarkan peluang delivery dan performa campaign.
Selain itu, advertiser dapat menentukan lokasi campaign, mengukur conversion, menggunakan tracking seperti UTM, serta memanfaatkan berbagai kemampuan measurement untuk memahami hasil setelah pengguna berinteraksi dengan iklan.

Berbagai kemampuan tersebut menunjukkan bahwa ChatGPT Ads tidak lagi sekadar berbicara tentang “menampilkan iklan”, tetapi mulai berkembang menjadi platform yang memungkinkan advertiser membeli, mengoptimalkan, mengukur, dan mengevaluasi campaign berdasarkan hasil bisnis.
Mengapa Konteks Percakapan Menjadi Penting?
Inilah salah satu peluang terbesar dari advertising berbasis AI.
Dalam Google Search, advertiser dapat mengetahui apa yang diketik pengguna. Dalam percakapan AI, sistem dapat memahami lebih banyak konteks mengenai kebutuhan, masalah, dan tahap pertimbangan pengguna.
Misalnya:
“Saya sedang mencari internet rumah karena dua orang di rumah WFH, anak sekolah online, dan kami sering menggunakan streaming.”
Bagi advertiser internet, percakapan tersebut memberikan sinyal kebutuhan yang lebih kaya daripada sekadar keyword “WiFi rumah”.
Inilah alasan ChatGPT Ads berpotensi menjadi relevan pada tahap consideration hingga decision dalam customer journey.
Dampaknya bagi Strategi Digital Marketing
Perkembangan ChatGPT Ads juga menunjukkan bahwa brand perlu mulai memikirkan AI Visibility.
Dulu pertanyaannya:
“Apakah brand kita muncul di halaman pertama Google?”
Ke depan, pertanyaannya bisa berkembang menjadi:
“Apakah brand kita muncul ketika seseorang meminta rekomendasi kepada AI?”
Karena itu, SEO tetap penting, tetapi perlu didukung oleh konten berkualitas, website yang jelas, digital PR, reputasi online, serta informasi brand yang konsisten di berbagai platform.
Tujuannya bukan hanya mendapatkan traffic, tetapi memastikan AI memiliki cukup informasi untuk memahami siapa brand kita, apa yang ditawarkan, dan kapan produk tersebut relevan bagi pengguna.
Bagaimana dengan Nusanet?
Perubahan ini sangat relevan bagi industri internet. Pengguna mungkin tidak selalu mengetahui paket internet apa yang mereka butuhkan. Mereka sering kali memulai dari masalah:
“WiFi rumah sering lambat.”
“Banyak perangkat terhubung.”
“Sering meeting online.”
“Atau butuh internet yang stabil untuk keluarga.”
Dari kebutuhan tersebut, mereka kemudian mencari solusi dan membandingkan provider.
Karena itu, memilih internet rumah sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan harga, tetapi juga kecepatan, kestabilan koneksi, teknologi fiber optic, cakupan jaringan, kebutuhan perangkat, dan kualitas layanan.
Nusanet menyediakan layanan Internet Rumah berbasis fiber optic untuk mendukung berbagai aktivitas digital keluarga, mulai dari bekerja, belajar, video call, streaming, hingga kebutuhan internet sehari-hari.
Jadi, saat Anda sedang mencari internet rumah yang sesuai dengan kebutuhan keluarga, pastikan memilih paket dan provider yang tepat.
Cek paket Internet Rumah Nusanet dan temukan layanan yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
